
Nilai, fti.umi.ac.id - Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mempertegas komitmennya dalam membangun kolaborasi internasional yang tidak hanya memperluas jejaring, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan akademik ke Faculty of Science and Technology (FST) Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) di Bandar Baru Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (29/10/2026). Rombongan FTI UMI dipimpin langsung oleh Dekan FTI UMI, Prof. Dr. Ir. Andi Suryanto, dan disambut hangat oleh jajaran FST USIM.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda internasional FTI UMI di Malaysia pada 27 hingga 31 Oktober 2026. Sehari sebelumnya, sejumlah dosen FTI UMI tampil sebagai pemakalah dalam The 8th International Conference on Sustainable Halal Ecosystems (IC-HALAL 8) di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), dan dua di antaranya meraih Best Presenter Award.
Kunjungan ke USIM menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama kedua fakultas yang dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) on Academic Cooperation, Research, Community Engagement, and Capacity Development. Dalam MoA ini, FTI UMI diwakili oleh Dekan Prof. Dr. Ir. Andi Suryanto, sedangkan FST USIM diwakili oleh Deputy Dean (Academic and International) Assoc. Prof. Dr. Farah Wahida binti Harun.
MoA tersebut merupakan turunan dari kerja sama kelembagaan yang telah terjalin antara UMI dan USIM melalui Memorandum of Understanding (MoU) di tingkat universitas. Berlaku selama tiga tahun, MoA ini menjadi payung bagi berbagai kegiatan bersama yang selanjutnya dirinci melalui Implementation Arrangement (IA) untuk setiap program.
Dekan FTI UMI, Prof. Dr. Ir. Andi Suryanto, menegaskan bahwa kerja sama dengan USIM memiliki makna strategis. USIM dikenal dengan pendekatan integrasi ilmu naqli dan aqli, yakni perpaduan ilmu wahyu dan ilmu rasional, yang sejalan dengan jati diri UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah.
“UMI dan USIM berdiri di atas semangat yang sama, yaitu menghadirkan ilmu yang unggul sekaligus
bernilai ibadah. Karena itu, kolaborasi ini kami arahkan pada hal-hal yang nyata, mulai dari pengajaran
bersama, riset kolaboratif, hingga pengabdian yang melibatkan mahasiswa dari kedua negara,” ujarnya.
Menurut Prof. Andi Suryanto, kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi penguatan kapasitas
dosen FTI UMI, termasuk penjajakan studi doktoral di USIM.
“Penguatan sumber daya manusia adalah investasi jangka panjang. Melalui kerja sama ini, dosen FTI
UMI memiliki ruang untuk belajar, meneliti, dan berkarya bersama akademisi USIM. Kami percaya,
kualitas sebuah fakultas tumbuh dari kualitas dosennya,” tambahnya.
Ruang lingkup kerja sama yang tertuang dalam MoA tersebut cukup luas. Di bidang pengajaran, kedua
fakultas membuka peluang pengajaran bersama secara daring (online team-teaching), di mana dosen
dari kedua pihak berbagi materi dan mengajar sesi tertentu dalam mata kuliah yang disepakati. Model
ini terinspirasi dari pengajaran kolaboratif mata kuliah metodologi penelitian di jenjang pascasarjana
yang telah berjalan. Kedua pihak juga menjajaki kerja sama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja
(K3), termasuk peluang menyelaraskan pelatihan dan sertifikasi K3 mahasiswa FTI UMI dengan
kepakaran akademisi FST USIM.
Di bidang riset, kedua fakultas membuka peluang kolaborasi pada topik katalis, teknologi energi baru
dan terbarukan, teknologi kimia industri, serta fisika. Kerja sama juga diarahkan pada riset
interdisipliner yang memadukan teknik industri, ergonomi, dan antropometri dengan ilmu komputer
serta teknologi bantu berbasis virtual reality (VR), termasuk teknologi untuk mendukung penyandang
keterbatasan mobilitas. Kedua pihak pun dapat saling memfasilitasi akses fasilitas riset dan
laboratorium, serta menghasilkan publikasi ilmiah bersama.
Topik-topik tersebut sejalan dengan riset yang telah dikembangkan dosen FTI UMI, salah satunya
pemanfaatan katalis termodifikasi dalam pembuatan biodiesel dua tahap yang dipaparkan Ir. Syarwan
Hamid di IC-HALAL 8. Bidang ini juga bersinggungan dengan kepakaran akademisi FST USIM dalam
pengembangan katalis untuk produksi biodiesel.
Kerja sama ini turut menyentuh ranah pengabdian kepada masyarakat. Kedua pihak membuka peluang
pengabdian internasional berbasis service learning yang melibatkan mahasiswa dari kedua kampus,
dengan memadukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) FTI UMI, termasuk program mahasiswa tinggal di desa,
dengan pendekatan service learning yang dikembangkan USIM. Selain itu, MoA ini juga mencakup
kunjungan akademik, pertukaran staf, serta penyelenggaraan konferensi internasional, seminar,
workshop, kuliah tamu, hingga kompetisi mahasiswa secara bersama.
Wakil Dekan I Bidang Akademik FTI UMI, Dr. Ir. Ruslan Kalla, menilai pengajaran bersama secara
daring akan memberi pengalaman belajar lintas negara yang lebih terjangkau bagi mahasiswa.
“Mahasiswa bisa merasakan atmosfer akademik internasional tanpa harus berangkat ke luar negeri.
Kami juga melihat peluang besar di bidang K3, karena kompetensi keselamatan kerja kini menjadi
kebutuhan utama lulusan teknik,” ungkapnya.
Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif. Kedua pihak bertukar gagasan mengenai langkah awal
implementasi kerja sama yang tertuang dalam MoA. Kunjungan kemudian ditutup dengan penyerahan
cenderamata dan foto bersama di lingkungan FST USIM.
Bagi sivitas akademika FTI UMI, kerja sama ini membuka akses yang lebih luas terhadap pengalaman
akademik internasional, mulai dari pembelajaran lintas negara dan riset kolaboratif, hingga pengabdian
bersama mahasiswa USIM.
Sejalan dengan transformasi UMI menuju kampus yang semakin bereputasi global, FTI UMI terus
memperluas kolaborasi internasional, memperkuat riset dan publikasi, serta menghadirkan
pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Melalui kunjungan ini, FTI UMI kembali menunjukkan perannya sebagai fakultas yang aktif
membangun konektivitas global, khususnya bersama sesama perguruan tinggi Islam di Asia Tenggara,
demi menghasilkan ilmu yang unggul, beretika, dan bermanfaat bagi umat.
Karena bagi UMI, kerja sama internasional bukan hanya tentang memperluas jejaring.
Kerja sama internasional adalah tentang menyatukan ilmu, iman, dan ikhtiar untuk menghadirkan
manfaat yang lebih luas bagi umat dan kemanusiaan. Universitas Muslim Indonesia adalah Kampus
Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.