
Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperluas jejaring internasional melalui kerja sama yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi langsung menyentuh program studi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja sama ke kampus utama Alfa University College (AUC) di Subang Jaya, Selangor, Malaysia, Kamis (29/10/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan delegasi FTI UMI ke Malaysia pada 27 hingga 31 Oktober 2026, yang juga mencakup Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).
Delegasi FTI UMI yang berjumlah 12 orang dipimpin langsung oleh Dekan FTI UMI, Prof. Dr. Ir. Andi Suryanto, didampingi Wakil Dekan I Dr. Ir. Ruslan Kalla, Wakil Dekan II Dr. Ir. Nurul Chairany, dan Wakil Dekan III Ir. Firman Nullah Yusuf. Rombongan juga diperkuat oleh Guru Besar Teknik Kimia Prof. Dr. Ir. La Ifa, para ketua program studi, kepala laboratorium, serta Ketua Sistem Penjaminan Mutu FTI UMI.
Sesampainya di AUC, rombongan delegasi FTI UMI disambut dengan sangat meriah oleh para pemangku kepentingan AUC yang didampingi langsung oleh jajaran pimpinannya, yakni Chairman AUC Prof. Dr. Shaharuddin Bin Mohd Satha, Managing Director AUC Dr. Fairuz Bin Kamarulzaman, dan Vice-Chancellor AUC Prof. Dr. Nurliza Binti Muslim. Sambutan tersebut menunjukkan antusiasme AUC dalam menyambut kemitraan dengan FTI UMI, sekaligus menjadi pembuka yang berkesan bagi seluruh rangkaian kegiatan hari itu.
Usai penyambutan, rombongan diajak berkeliling kampus dalam sesi campus tour yang dipandu langsung oleh Dr. Fairuz Bin Kamarulzaman. Di sela tur, delegasi dibuat terkesan karena Dr. Fairuz ternyata sangat fasih berbahasa Bugis dan bahasa Indonesia. Percakapan dalam bahasa Bugis, yang begitu akrab di telinga delegasi asal Sulawesi Selatan, membuat suasana menjadi jauh lebih hangat dan cair, seolah sedang berkunjung ke rumah saudara sendiri. Momen ini sekaligus mengingatkan kembali eratnya hubungan sejarah dan budaya masyarakat Bugis dengan tanah Melayu, termasuk Selangor.
Setelah tur kampus, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan AUC dan Dekan FTI UMI, lalu penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara AUC dan FTI UMI. MoA yang berlaku selama lima tahun ini menjadi payung kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pertukaran pengalaman akademik dan administratif, program akademik bersama, penelitian dan publikasi ilmiah, penyelenggaraan konferensi, mobilitas dosen dan mahasiswa, penjaminan mutu dan akreditasi, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut kemudian langsung diturunkan ke tingkat program studi melalui penandatanganan tujuh Implementation Agreement (IA). Ketujuh IA itu mencakup Program Studi Teknik Industri, Teknik Kimia, dan Teknik Pertambangan pada jenjang sarjana, Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI), serta Program Studi Magister Teknik Industri, Magister Teknik Kimia, dan Doktor Teknik Kimia pada Program Pascasarjana UMI. Dari pihak AUC, ketujuh IA ditandatangani oleh Vice-Chancellor AUC, Prof. Dr. Nurliza Binti Muslim. Kesepakatan ini menjadi dasar pelaksanaan pelatihan K3 internasional pada hari yang sama, sekaligus membuka jalan bagi kegiatan bersama berikutnya di setiap program studi. Prosesi ditutup dengan pertukaran dokumen, penyerahan cendera mata, dan foto bersama.
Dekan FTI UMI, Prof. Dr. Ir. Andi Suryanto, menegaskan bahwa kerja sama internasional harus memberi manfaat nyata hingga ke ruang kuliah, laboratorium, dan riset dosen. “Kami tidak ingin kerja sama ini berhenti pada dokumen yang ditandatangani. Karena itu, MoA langsung kami turunkan menjadi tujuh IA agar setiap program studi, dari sarjana, profesi insinyur, hingga magister dan doktor, bisa segera bergerak bersama AUC,” ujarnya.
Prof. Andi Suryanto juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh jajaran AUC atas sambutan yang luar biasa hangat. Menurutnya, kunjungan ini memiliki makna tersendiri karena menjadi balasan atas kuliah umum internasional yang disampaikan akademisi AUC, Assoc. Prof. Omar Hassouna, di Aula KH. Muhammad Ramly UMI pada Juni 2026. “Pada bulan Juni, AUC datang berbagi ilmu di kampus kami. Kini giliran dosen FTI UMI yang berbagi keahlian di AUC. Inilah wujud kolaborasi yang kami harapkan: setara, saling menguatkan, dan dibangun di atas rasa persaudaraan,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam format International Guest Lecture bertema “Safe Working Load (SWL) in Petroleum Engineering: Lifting & Rigging Safety, Calculations, and Risk Management”. Pelatihan ini dibawakan oleh dua dosen FTI UMI, yakni Ketua Program Studi Magister Teknik Industri Dr. Ir. Ahmad Padhil dan Wakil Dekan III FTI UMI Ir. Firman Nullah Yusuf, di hadapan mahasiswa dan staf akademik AUC.
Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Ahmad Padhil membedah konsep dasar dan mekanika pengangkatan beban. Peserta diajak memahami perbedaan Safe Working Load (SWL), Working Load Limit (WLL), Minimum Breaking Load (MBL), dan faktor desain, menghitung tegangan pada sling dua kaki, hingga melihat bagaimana sudut sling, titik berat, dan beban dinamis memengaruhi keselamatan sebuah operasi pengangkatan. “Dalam operasi pengangkatan, komponen dengan kapasitas terlemah adalah penentu batas aman seluruh sistem. Karena itu, setiap sambungan harus diperiksa, bukan hanya sling-nya. Satu kesalahan hitung di atas kertas dapat berujung pada kecelakaan fatal di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Ir. Firman Nullah Yusuf mengulas aspek pengendalian risiko, mulai dari perencanaan pengangkatan (lift planning), delapan tahap verifikasi sebelum pengangkatan, Job Safety Analysis (JSA), penetapan zona eksklusi, hingga prinsip stop work, termasuk regulasi dan standar yang berlaku di Malaysia. Materi diperkaya dengan tiga studi kasus lapangan, yaitu penanganan drill pipe, pengangkatan blowout preventer (BOP), dan pemindahan modul lepas pantai. “Perhitungan yang benar harus diikuti disiplin di lapangan. Setiap orang di area kerja harus berani menghentikan pekerjaan ketika kondisinya tidak aman, dan prinsip sederhana seperti tidak pernah memindahkan beban di atas kepala orang harus tertanam sebagai budaya kerja,” ungkapnya.
Pelatihan yang dipandu oleh moderator dari AUC tersebut berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menyimak pemaparan, tetapi juga mengerjakan latihan perhitungan secara berpasangan dan kuis singkat, sebelum terlibat dalam diskusi mengenai perencanaan pengangkatan, pengendalian bahaya, hingga penerapan budaya keselamatan di industri minyak dan gas. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan dari AUC kepada para narasumber dan foto bersama. FTI UMI pun menyampaikan apresiasi kepada AUC yang telah menyiapkan tempat, fasilitas, dan moderator, serta menghadirkan peserta sehingga pelatihan berjalan dengan baik.
Bagi FTI UMI, rangkaian kegiatan ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat rekognisi internasional dan mendukung akreditasi program studi, sekaligus memperluas jejaring dosen dan mahasiswa sebagai fondasi riset bersama, publikasi ilmiah, dan mobilitas akademik. Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan menunjuk koordinator kerja sama dalam waktu 30 hari setelah penandatanganan dan menyusun rencana kegiatan tahunan, sebagaimana diatur dalam MoA.
Sejalan dengan transformasi UMI menuju kampus yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, FTI UMI terus membangun kolaborasi internasional yang berdampak, memperkuat pembelajaran berbasis industri, dan menghadirkan pengalaman global bagi dosen maupun mahasiswanya. Melalui kunjungan ke AUC ini, FTI UMI kembali menunjukkan perannya sebagai fakultas yang aktif membangun konektivitas global dan membawa keahlian sivitas akademikanya ke tingkat internasional.
Karena bagi UMI, kerja sama internasional bukan sekadar seremoni penandatanganan dokumen. Kerja sama internasional adalah jalan untuk saling belajar, saling menguatkan, dan bersama menyiapkan insinyur yang unggul, berdaya saing global, serta menjunjung tinggi keselamatan dan kemanusiaan.
Universitas Muslim Indonesia adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.