
Tujuh Dosen FTI UMI Paparkan Riset di IC-HALAL 8 UTeM Malaysia, Dua Raih Best Presenter Award
Melaka, umi.ac.id - Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan daya saing risetnya di tingkat internasional. Rombongan pimpinan dan dosen FTI UMI tampil sebagai pemakalah dalam The 8th International Conference on Sustainable Halal Ecosystems (IC-HALAL 8) di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Malaysia, Rabu (28/10/2026).
Konferensi yang diselenggarakan UMI bersama UTeM pada 28 hingga 29 Oktober 2026 ini mengusung tema “Strengthening Sustainable Halal Supply Chains through Technology and Global Collaboration”. Kegiatan dipusatkan di aula lantai 4 Fakulti Pengurusan Teknologi dan Teknousahawan (FPTT) UTeM dan berlangsung secara hybrid dengan sesi paralel mulai pukul 09.00 hingga 15.00 waktu setempat.
Konferensi berjalan lancar sekaligus meriah karena dihadiri langsung oleh mahasiswa internasional dari berbagai negara. Lokasinya pun tak kalah menarik. UTeM dikenal sebagai kampus dengan banyak mahasiswa internasional, sehingga suasana akademik lintas negara terasa kuat sepanjang kegiatan.
Dalam konferensi tersebut, tujuh dosen FTI UMI memaparkan hasil penelitian dengan topik yang beragam, mulai dari teknologi material, lingkungan, dan energi, hingga logistik pangan serta kebijakan sosial ekonomi. Keragaman ini sejalan dengan cakupan IC-HALAL 8 yang meliputi rantai pasok halal, ekonomi halal, serta inovasi dan keberlanjutan.
Guru Besar Teknik Kimia, Prof. Dr. Ir. La Ifa, memaparkan penelitian berjudul “Adsorption of Sodium Lauryl Sulfate (SLS) onto Rice Husk Silica”. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan silika dari sekam padi untuk menyerap SLS, surfaktan yang umum terdapat dalam produk pembersih dan limbah cair rumah tangga.
Wakil Dekan II FTI UMI, Dr. Ir. Nurul Chairany, membawakan penelitian “System Dynamics Modeling of Tuna Shipping and Storage Logistics to Reduce Food Loss: A Case Study of PT Trobos Benua Makassar”. Dengan pendekatan system dynamics, penelitian ini memodelkan proses pengiriman dan penyimpanan tuna untuk mencari strategi menekan kehilangan pangan di sepanjang rantai logistik.
Dr.Eng. Irma Nur Afiah memperkenalkan PLUMPANEL, material interior berkelanjutan dari limbah bulu ayam, melalui penelitian “Integration of Material Technology, Circular Economy, and Halal Principles in the Utilization of Chicken Feather Waste as Sustainable Building Materials”. Dalam paparannya, PLUMPANEL ditampilkan dengan lima keunggulan, yakni ramah lingkungan, insulasi termal, penyerapan akustik, aman dan bersih, serta mendukung ekonomi sirkular.
Di bidang lingkungan, Ir. Hj. Setyawati Yani, Ph.D. dan Dr. Ir. Andi Rina Ayuastuti membahas pengembangan adsorpsi dan filtrasi untuk pengolahan air. Di bidang energi, Ir. Syarwan Hamid memaparkan pemanfaatan katalis termodifikasi dalam pembuatan biodiesel dua tahap.
Adapun Ir. Muhammad Budi Adiputra Reski mengangkat isu yang dekat dengan generasi muda, yaitu pemodelan kebijakan untuk menangani kebiasaan Gen Z yang berujung pada jeratan pinjaman online.
Capaian membanggakan turut diraih rombongan FTI UMI. Dr. Nurul Chairany dan Dr.Eng. Irma Nur Afiah dianugerahi Best Presenter Award, sebuah pengakuan atas kualitas riset sekaligus cara keduanya menyampaikan gagasan di hadapan peserta internasional.
Dr. Nurul Chairany mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, riset FTI UMI mampu bersaing di forum internasional karena berangkat dari persoalan nyata.
“Alhamdulillah, penghargaan ini milik seluruh tim FTI UMI. Riset kami lahir dari persoalan nyata di sekitar kita, mulai dari rantai pasok pangan, pengelolaan limbah, dan energi, hingga perilaku keuangan generasi muda. Riset yang menjawab kebutuhan masyarakat akan selalu relevan, baik di tingkat lokal maupun global,” ujarnya.
Ia menambahkan, tuna merupakan komoditas perikanan bernilai tinggi yang mutunya sangat bergantung pada penanganan logistik. “Melalui pemodelan system dynamics, kami ingin melihat kebijakan mana yang paling efektif untuk menekan food loss, mulai dari pengiriman hingga penyimpanan,” jelasnya.
Sementara itu, Dr.Eng. Irma Nur Afiah menjelaskan bahwa PLUMPANEL dikembangkan dengan memadukan teknologi material, prinsip ekonomi sirkular, dan nilai halal.
“Limbah bulu ayam selama ini lebih banyak terbuang. Kami mengolahnya menjadi material interior yang ramah lingkungan, bernilai ekonomi, dan sejalan dengan prinsip halal. Bagi kami, halal tidak hanya soal produk pangan, tetapi juga cara mengelola sumber daya secara bersih dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Partisipasi dalam IC-HALAL 8 menjadi bagian dari rangkaian kunjungan akademik FTI UMI ke Malaysia pada 27 hingga 31 Oktober 2026. Selain UTeM, rombongan juga dijadwalkan berkunjung ke Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan Alfa University College (AUC), mitra yang telah menandatangani Memorandum of Agreement dengan FTI UMI pada Juni 2026.
Sejalan dengan transformasi UMI menuju kampus yang semakin adaptif dan bereputasi global, FTI UMI terus mendorong dosen untuk mendiseminasikan hasil riset di forum internasional, memperluas jejaring kolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri serta masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FTI UMI kembali menunjukkan perannya sebagai fakultas yang aktif membangun konektivitas global dan menghasilkan riset yang berkontribusi pada ekosistem halal yang berkelanjutan.
Karena bagi UMI, riset bukan hanya tentang publikasi.
Riset adalah tentang menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi umat, dijalankan dengan cara yang bersih dan bertanggung jawab, serta mampu bersaing di tingkat global. Universitas Muslim Indonesia adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.