
Forum Komunikasi Penyelenggara Program Profesi Insinyur (Forkom PPPI) menggelar Workshop Penjaminan Mutu dan Akreditasi Program Profesi Insinyur di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 23 hingga 24 Oktober 2026. Workshop dibuka oleh Ketua Umum Forkom PPPI, Dr. Ir. Taufik Nur, S.T., IPU dan Pembukaan turut dihadiri Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin ITB, Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D
Kegiatan berlangsung secara luring di Multipurpose Hall, Gedung CRCS Lantai 3, ITB Kampus Ganesha, sekaligus secara daring. Berdasarkan data pendaftaran, workshop diikuti sekitar 100 peserta dari 65 perguruan tinggi yang tersebar dari Aceh hingga Maluku Utara. Sekitar 50 peserta hadir langsung di Bandung, sementara sekitar 50 lainnya bergabung secara daring. Workshop dihadiri oleh Pengurus Forkom PPPI dan Kaprodi Profesi Insinyur se Indonesia.
Dalam sambutannya, Taufik Nur menyampaikan terima kasih kepada ITB selaku tuan rumah dan kepada panitia. Ia menyebut forum ini berangkat dari satu keyakinan bahwa lulusan Program Profesi Insinyur (PPI) adalah insinyur yang kompetensinya diakui, bukan hanya oleh kampus, tetapi juga oleh masyarakat, industri, dan negara.
“Kepercayaan itu tidak datang dengan sendirinya. Ia dibangun dari mutu, dan mutu dibangun dari kerja yang konsisten,” ujarnya.
Workshop ini mengusung tema penguatan sistem penjaminan mutu dan strategi akreditasi berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Continuous Quality Improvement (CQI). Menurut Taufik Nur, ada dua hal pokok yang perlu dipegang program studi, yaitu kejelasan kompetensi yang dicapai lulusan dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
“Akreditasi hanyalah cermin yang memantulkan seberapa jujur dan sungguh-sungguh kita membangun mutu setiap hari,” tegasnya.
Pada hari pertama, Prof. Ir. Ridho Bayuaji, S.T., M.T., Ph.D., IPU. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membawakan sesi kunci tentang budaya mutu dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan akreditasi program studi PPI. Sesi berikutnya mengulas praktik baik penjaminan mutu internal bersama Prof. Dr.Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono, S.T., M.Eng., IPU. (UNS) dan Ir. Winny Wulandari, S.T., Ph.D., IPM. (ITB).
Siang harinya, peserta mendalami penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) LAM Teknik bersama Prof. Ir. Subagyo, Ph.D., IPU. (UGM), dengan Prof. Dr. Ir. Widayat, S.T., M.T., IPM. (Undip) sebagai pembahas.
Hari kedua diawali workshop penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) LAM Teknik. Pada sesi ini, Taufik Nur tampil sebagai narasumber dengan Dr.Eng. Ir. Ilham Bakri, S.T., M.Sc., IPM. (Unhas) sebagai pembahas. Sesi selanjutnya membahas penjaminan mutu penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di perguruan tinggi bersama Prof. Ir. Asep Kurnia Permadi, M.Sc., Ph.D., IPU. (ITB).
Rangkaian workshop diakhiri dengan perumusan kesimpulan dan rencana tindak lanjut program kerja Forkom PPPI di bidang penjaminan mutu dan akreditasi.
Taufik Nur yang juga Ketua Prodi Program Profesi Insinyur UMI berharap forum ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh penyelenggara PPI, tanpa memandang besar kecilnya program studi. “Di forum ini tidak ada program studi yang terlalu kecil untuk belajar, dan tidak ada yang terlalu besar untuk berbagi,” katanya.