PPI-05 SISTEM AKTIF 08114119087; 0852 9931 5272; 0813 4252 2964; 0813 5355 9190; 0877 8540 8198 (Admin) FTI ID

News

36 Penguji, 156 Proyek, Satu Standar: Di Balik Layar Kolokium Keinsinyuran Indonesia

Published
22 Agustus 2026
Author
Supardi
views
272
36 Penguji, 156 Proyek, Satu Standar: Di Balik Layar Kolokium Keinsinyuran Indonesia

MAKASSAR — Ada satu hal yang membuat Program Profesi Insinyur di Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia berbeda dari sekadar program gelar: di sini, pengalaman kerja Anda diuji.

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, PSPPI FTI UMI menggelar 19th Professional Engineer Colloquium Program dengan tema "Digital and Sustainable Transformation in Maritime Transport: Engineering Leadership for Resilient Port Governance." Kolokium dibuka dengan sambutan Dekan FTI UMI, Prof. Dr. Ir. A. Suryanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., dan menghadirkan keynote speaker Dr. Ir. Samsuddin, M.T., M.Mar.E., IPM., ASEAN Eng., Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan RI — yang juga alumni PSPPI UMI Angkatan XIV tahun 2023. Sesi dipandu Ketua Prodi PSPPI FTI UMI, Dr. Ir. Taufik Nur, S.T., M.T., IPU., CSCA, CSSCP, ASEAN Eng., APEC Eng.

Setelah sesi pleno, 156 peserta — 153 dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan 3 dari jalur reguler — memaparkan praktik keinsinyuran mereka dalam 11 kelas paralel.

Yang Jarang Terlihat: Siapa yang Menguji

Angka 156 memang mengesankan. Tetapi kekuatan sesungguhnya dari kolokium ini terletak pada nama-nama yang duduk di kursi penilai.

Sebanyak 36 Majelis Penilai diterjunkan dari tiga unsur. Pertama, tujuh perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia — termasuk dua Deputi Ketua Umum PII, Ketua Badan Kejuruan Sipil, serta pengurus Badan Kejuruan Informatika dan Badan Kejuruan Perkapalan. Kedua, 13 Guru Besar dan Insinyur Profesional Utama, mencakup Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II UMI. Ketiga, 16 dosen internal dari lintas fakultas dan disiplin: teknik industri, teknik kimia, pertambangan, sipil, dan elektro.

Secara kumulatif, majelis ini menghimpun sedikitnya 30 pemegang gelar ASEAN Engineer, 14 Insinyur Profesional Utama (IPU), dan 5 APEC Engineer — pengakuan tertinggi yang memungkinkan seorang insinyur Indonesia berpraktik lintas negara di kawasan Asia-Pasifik. Satu di antaranya, Ir. Habibie Razak, bahkan memegang pengakuan penuh Engineers Australia (FIEAust., CPEng., IntPE-Aus).

Artinya: mahasiswa PSPPI UMI tidak diuji oleh panitia internal semata. Mereka diuji oleh orang-orang yang menyusun dan menjalankan sistem sertifikasi keinsinyuran nasional.

Mengapa Ini Penting Bagi Anda

Undang-Undang No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran mewajibkan setiap orang yang berpraktik keinsinyuran di Indonesia memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). Untuk memperolehnya, seseorang harus lebih dulu menyandang gelar profesi Insinyur (Ir.) melalui Program Profesi Insinyur.

Bagi sarjana teknik yang sudah bertahun-tahun bekerja di lapangan — di tambang, pembangkit, pabrik, proyek konstruksi, atau kantor dinas — jalur RPL mengakui pengalaman itu dan mengonversinya menjadi capaian pembelajaran. Anda tidak memulai dari nol. Anda menyusun ulang apa yang sudah Anda kerjakan ke dalam kerangka kompetensi yang diakui negara dan kawasan ASEAN.

Bagi lulusan sarjana teknik yang baru menyelesaikan studi, jalur reguler membuka pintu langsung ke jenjang profesi.

Dan di UMI, prosesnya tidak berhenti pada administrasi. Puncaknya adalah kolokium seperti hari ini: Anda mempresentasikan, dipertanyakan, dan dinilai oleh majelis berkelas nasional.

Rekam Jejak yang Bisa Diperiksa

PSPPI FTI UMI berdiri pada 2016 dan menjadi penyelenggara Program Profesi Insinyur pertama di Indonesia yang meluluskan insinyur pada 2017. Program ini kini terakreditasi Unggul — satu dari sedikit PSPPI dengan status tersebut di antara puluhan penyelenggara nasional.

Kepemimpinan nasionalnya pun nyata: Ketua Prodi PSPPI FTI UMI saat ini, Dr. Ir. Taufik Nur, dipercaya sebagai Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Program Profesi Insinyur (FORKOM PPPI) yang menaungi lebih dari 65 penyelenggara PPI se-Indonesia. Pada Desember 2025, UMI menerima Anugerah Bakti Profesi Insinyur Indonesia atas kontribusinya memajukan pendidikan profesi insinyur nasional.

Jaringan alumninya tersebar dari kementerian hingga korporasi multinasional. Keynote speaker hari ini adalah buktinya: seorang Direktur di Kementerian Perhubungan RI yang menempuh Program Profesi Insinyur di kampus ini.

Saatnya Melangkah

Pendaftaran Program Profesi Insinyur FTI UMI dibuka untuk sarjana teknik, sarjana terapan teknik, dan sarjana sains dan sarjana pendidikan teknik bidang terkait — baik melalui jalur RPL maupun reguler.

🌐 https://fti.umi.ac.id/insinyur 📷 Instagram: @profesiinsinyurumi

Gelar Ir. bukan hiasan. Ia adalah pernyataan bahwa Anda bertanggung jawab atas setiap keputusan teknis yang Anda ambil — dan bahwa negara serta kawasan ASEAN mengakuinya.