PPI-05 SISTEM AKTIF 08114119087; 0852 9931 5272; 0813 4252 2964; 0813 5355 9190; 0877 8540 8198 (Admin) FTI EN

Berita

Gelar Talk Show Keinsinyuran, Prodi Profesi Insinyur FTI UMI Bedah Strategi Hilirisasi Industri Kimia Nasional

Terbit
26 Juli 2026
Penulis
Supardi
tampilan
21
Gelar Talk Show Keinsinyuran, Prodi Profesi Insinyur FTI UMI Bedah Strategi Hilirisasi Industri Kimia Nasional

Makassar — Program Studi Program Profesi Insinyur  Fakultas Teknologi Industri (PSPPI-FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Talk Show Keinsinyuran secara daring via Zoom pada Jumat, 26 Juni 2026, pukul 09.00–11.00 WITa, mengangkat tema "Hilirisasi Industri dan Rantai Pasok: Menakar Kekuatan Sektor Industri Indonesia".

Hadir sebagai pembicara Ir. Ricky Hikmawan Wargakusumah, MH, IPU (Deputi Ketua Umum PII Bidang Industri Kimia), dengan keynote speech oleh Prof. Dr. Ir. Andi Suryanto, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng. (Dekan FTI UMI). Diskusi dipandu Dr. Ir. Taufik Nur, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., CSSCP, APEC Eng. (Ketua Prodi PPI FTI UMI) selaku host. Kegiatan ini juga menegaskan posisi FTI UMI yang telah meraih Akreditasi Unggul dari LAM Teknik (SK No. 0852/SK/LAM Teknik/PI/XII/2024).

Dalam paparannya, disampaikan bahwa hilirisasi sejati bukan sekadar mengolah bahan mentah menjadi produk setengah jadi, melainkan penguasaan penuh ekosistem hulu-hilir domestik. Empat persoalan struktural diidentifikasi sebagai "jebakan geografi kepulauan": fragmentasi pasar, biaya logistik ekstrem, bongkar-muat ganda di tiap pelabuhan transit, dan ketimpangan infrastruktur antara sentra bahan baku dan pusat manufaktur. Kondisi ini diperparah dominasi oligopoli-oligopsoni yang menjadikan pedagang perantara sebagai penentu harga, mendorong fenomena deindustrialisasi dini — pelaku usaha lebih memilih menjadi importir berisiko rendah ketimbang membangun industri manufaktur.

Sebagai pembanding, dipaparkan model klaster vertikal seperti Shenzhen (industri ponsel) dan Yangtze River Delta (kendaraan listrik), di mana rantai pasok terintegrasi dalam radius kecil dengan waktu logistik hitungan jam — kontras dengan Indonesia yang masih hitungan hari hingga minggu.

Materi juga menegaskan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi prasyarat wajib manufaktur global, melalui optimasi reaksi otomatis, digital twin pabrik, dan akselerasi R&D lewat model "AI-Chemist". Penerapan predictive maintenance berbasis AI diklaim menurunkan downtime pabrik hingga 24%, sementara riset molekul yang semula memakan waktu bertahun-tahun dapat dipangkas menjadi hitungan hari.

Sebagai penutup, dua peluang aksi nyata ditawarkan: substitusi impor kimia agro/bio-materi berbasis kekayaan maritim, dan produksi fine & specialty chemicals untuk pasar domestik. Pesan inti kegiatan ditegaskan lewat kutipan: "Masa depan ketahanan industri kimia Indonesia berada di tangan inovasi, nyali, dan rekayasa para Insinyur Domestik."

#hilirisasi #industrinasional #profesiinsinyur #rantaipasokglobal #universitasmuslimindonesia