PPI-05 SISTEM AKTIF 08114119087; 0852 9931 5272; 0813 4252 2964; 0813 5355 9190; 0877 8540 8198 (Admin) FTI EN

Berita

Ini PROFIL MAJELIS PENILAI 19th Professional Engineer Colloquium Program — PSPPI FTI UMI (Bag.2)

Terbit
22 Agustus 2026
Penulis
Supardi
tampilan
45
Ini PROFIL MAJELIS PENILAI 19th Professional Engineer Colloquium Program — PSPPI FTI UMI (Bag.2)

Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng.

Wakil Rektor I Universitas Muslim Indonesia | Guru Besar Teknik Industri; Ketua Dewan Majelis Penilai PPI FTI UMI.

Wakil Rektor I UMI bidang akademik sekaligus Guru Besar Teknik Industri FTI UMI, dan salah satu figur paling senior di fakultas.

Ia pernah memimpin Fakultas Teknologi Industri UMI dalam dua periode — 1998–2001 dan 2006–2009 — menjadikannya saksi sekaligus pelaku pembentukan ekosistem keinsinyuran di UMI sejak tiga dekade lalu, jauh sebelum Undang-Undang Keinsinyuran lahir pada 2014. Pengalaman lintas generasi ini memberinya rujukan pembanding yang panjang ketika menilai kematangan praktik keinsinyuran seorang kandidat.

Sebagai Wakil Rektor I, ia menaungi keseluruhan penyelenggaraan akademik universitas — termasuk penjaminan mutu program profesi.

Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara H.W., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.

Wakil Rektor II Universitas Muslim Indonesia | Guru Besar Teknik Kimia | Mantan Dekan FTI UMI

Wakil Rektor II UMI bidang administrasi umum, keuangan, dan pengembangan sumber daya manusia. Ia dilantik pada Rabu, 4 Juni 2025 di Aula Lantai 6 Menara UMI, dengan Surat Keputusan diserahkan oleh Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., disaksikan Ketua Pembina YW-UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si., dan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. Di luar tugas struktural, ia dipercaya memimpin pengembangan kawasan pendidikan dan bisnis UMI, termasuk rencana pesantren modern berkonsep boarding school bertaraf internasional di Luwu Timur yang memadukan ilmu agama, teknologi informasi, ketahanan pangan, dan pengembangan SDM berbasis pertambangan.

Sebelum menduduki jabatan universitas, ia menjabat Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI periode 2014–2018 — periode yang tepat bersamaan dengan pendirian dan tahun-tahun awal PSPPI FTI UMI. Ia juga pernah menjadi Pejabat Sementara Ketua Program Studi PSPPI. Dalam pelantikannya sebagai Wakil Rektor II, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI secara khusus menyebut kepemimpinannya di FTI sebagai penuh terobosan dan menilai program profesi insinyur yang ia rintis telah menjadi rujukan bagi kampus lain — penilaian yang sejalan dengan fakta bahwa PSPPI FTI UMI adalah penyelenggara PPI pertama di Indonesia yang meluluskan insinyur pada 2017.

Guru Besar bidang Teknik Kimia. Ia termasuk kelompok pertama dosen FTI UMI yang meraih pengakuan APEC Engineer pada CAFEO 41 tahun 2023 di Bali, bersama Ir. A. Pawennari dan Dr. Ir. Taufik Nur. Pada Desember 2025 ia menerima Anugerah Bakti Profesi Insinyur Indonesia atas dedikasinya memajukan pendidikan profesi insinyur nasional, dan pada Januari 2026 meraih Anugerah Intelektual Humanis Penggerak Kepedulian dan Inovasi Sosial pada Peduli Indonesia Award.

Sepanjang 2026 ia aktif menggerakkan agenda strategis universitas. Pada Mei 2026 di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, ia mewakili UMI dalam kerja sama dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, menegaskan bahwa demokrasi memerlukan penguatan etika, integritas, dan kesadaran moral — tidak cukup hanya aturan dan sistem. Pada Agustus 2026 ia memperkenalkan konsep "UMI Connection", ekosistem pengetahuan terintegrasi yang menempatkan perpustakaan sebagai simpul utama pengelolaan pengetahuan institusi, sebagai bagian dari agenda UMI menuju World Class Islamic University.

Prof. Dr. Ir. A. Suryanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.

Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI | Guru Besar Rekayasa Kimia

Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI dengan kepakaran Rekayasa Kimia, Teknologi Proses, serta Energi dan Lingkungan. Ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Riset dan publikasinya berfokus pada pengembangan katalis dan sintesis biodiesel — antara lain optimasi transesterifikasi berbantuan gelombang mikro dengan katalis K₂O/γ-Al₂O₃, serta evaluasi katalis alumina terimpregnasi kalium karbonat pada produksi biodiesel — dan telah terbit pada jurnal internasional bereputasi. Tema-tema ini bersentuhan langsung dengan agenda energi terbarukan dan dekarbonisasi nasional.

Sebagai Dekan, ia memimpin FTI UMI yang menaungi empat program studi — Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Pertambangan, dan Program Profesi Insinyur — dengan 177 dosen dan sekitar 5.400 mahasiswa. Tiga dari empat prodi tersebut, termasuk PSPPI, berstatus terakreditasi Unggul.

Prof. Dr. Ir. Andi Aladin, M.T., IPM., ASEAN Eng.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya UMI | Guru Besar Teknik Kimia

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya (LPPS) Universitas Muslim Indonesia dan Guru Besar Teknik Kimia FTI UMI, dengan fokus riset pada teknik kimia, energi, dan lingkungan.

Posisinya di LPPS menempatkannya pada simpul strategis riset universitas — mengelola arah penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat lintas fakultas. Bagi peserta kolokium, ini berarti penilaian yang tidak hanya menguji ketepatan teknis, tetapi juga bobot kebaruan dan kontribusi keilmuan dari proyek yang dipaparkan.

Ia termasuk jajaran dosen FTI UMI yang meraih gelar ASEAN Engineer pada CAFEO 41 tahun 2023 di Bali.

Prof. Dr. Ir. Anis Saleh, M.T., IPU., ASEAN Eng.

Guru Besar Ilmu Manajemen, Program Studi Teknik Industri FTI UMI

Guru Besar bidang Ilmu Manajemen pada Program Studi Teknik Industri FTI UMI, dan mantan Dekan FTI UMI periode 2002–2006.

Sebagai pemegang sertifikasi Insinyur Profesional Utama — jenjang tertinggi dalam skema sertifikasi PII — ia berwenang menilai kompetensi keinsinyuran hingga level paling senior, termasuk kandidat yang memaparkan pengalaman kepemimpinan proyek dan pengambilan keputusan strategis.

Latar keilmuan manajemen membuatnya peka pada dimensi yang sering dianggap sekunder oleh insinyur muda: pengelolaan sumber daya, struktur organisasi proyek, dan tanggung jawab manajerial atas hasil keinsinyuran.

Prof. Dr. Ir. Lamatinulu, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng.

Guru Besar Teknik Industri FTI UMI | Mantan Dekan FTI UMI

Guru Besar Teknik Industri FTI UMI dan Dekan FTI UMI pada periode sebelumnya. Di bawah kepemimpinannya, PSPPI FTI UMI meraih pengakuan nasional melalui Anugerah Bakti Profesi Insinyur Indonesia 2025.

Sebagai pemegang IPU, ia berwenang menguji hingga jenjang kompetensi tertinggi. Rangkaian kepemimpinan dekan yang berkesinambungan di FTI UMI — dari Prof. Anis Saleh, Prof. Dirgahayu Lantara, Prof. Zakir Sabara, Prof. Lamatinulu, hingga Prof. A. Suryanto — menjadi salah satu penjelasan mengapa program profesi insinyur di kampus ini memiliki kesinambungan kebijakan yang jarang ditemui.

Prof. Dr. Ir. La Ifa, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.

Guru Besar Teknik Kimia FTI UMI

Guru Besar Teknik Kimia FTI UMI dengan spesialisasi pada bioadsorben, pengolahan biomassa, polyol, dan produk turunan minyak sawit (CPO).

Kepakarannya menyentuh langsung agenda hilirisasi industri nasional — mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah melalui rekayasa proses. Bagi peserta kolokium yang bekerja di industri pengolahan, perkebunan, atau kimia, ia adalah penilai yang memahami detail proses dari laboratorium hingga skala pabrik.

Prof. Dr. Ir. Nurdjannah, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.

Guru Besar Teknik Kimia FTI UMI

Guru Besar Teknik Kimia FTI UMI dengan kepakaran Teknologi Biomassa dan Teknologi Biofuel.

Bidang ini beririsan langsung dengan tema kolokium tahun ini. Transformasi berkelanjutan pada transportasi maritim tidak hanya soal digitalisasi, tetapi juga dekarbonisasi — dan bahan bakar alternatif berbasis biomassa merupakan salah satu jalur utama yang tengah dikembangkan industri pelayaran global untuk memenuhi target emisi.

Ir. A. Pawennari, M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng.

Ketua Program Studi Teknik Industri FTI UMI | Mantan Ketua Prodi PSPPI FTI UMI

Ketua Program Studi Teknik Industri FTI UMI dan Lektor Kepala, dengan pengalaman sebelumnya sebagai Ketua Program Studi PSPPI FTI UMI.

Ia termasuk tiga dosen FTI UMI pertama yang meraih pengakuan APEC Engineer pada 2023, bersama Prof. Zakir Sabara dan Dr. Taufik Nur — capaian yang menandai masuknya FTI UMI ke dalam jaringan mobilitas insinyur kawasan Asia-Pasifik.

Pengalamannya memimpin PSPPI memberinya pemahaman operasional yang detail tentang mekanisme kolokium: apa yang membedakan paparan pengalaman kerja biasa dari paparan praktik keinsinyuran yang memenuhi bakuan kompetensi.

Dr. Ir. Taufik Nur, S.T., M.T., IPU., CSCA, CSSCP, ASEAN Eng., APEC Eng.

Ketua Program Studi PSPPI FTI UMI | Ketua FORKOM PPPI | Ketua Majelis Uji Kompetensi BKTI PII

Ketua Program Studi PSPPI FTI UMI sekaligus Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Program Profesi Insinyur (FORKOM PPPI) — organisasi yang menaungi lebih dari 65 penyelenggara Program Profesi Insinyur di Indonesia. Sebelumnya ia menjabat Sekretaris Jenderal FORKOM PPPI (2017–2021) dan Ketua Bidang Kerja Sama (2022–2025).

Di lingkungan PII, ia dipercaya sebagai Ketua Majelis Uji Kompetensi Badan Kejuruan Teknik Industri PII, dan di tingkat penjaminan mutu nasional ia bertugas sebagai asesor LAM Teknik.

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di bidang manajemen operasi, rantai pasok, dan konsultansi manajemen, dengan kepakaran pada rekayasa rantai pasok berkelanjutan, pemodelan kebijakan sistem, manajemen proyek, dan life cycle assessment. Sertifikasi profesionalnya mencakup IPU, ASEAN Engineer, APEC Engineer, Certified Supply Chain Analyst (CSCA), dan CSSCP.

Ia menerima Outstanding Achievement Award kategori Akademisi pada Industrial Engineering Awards 2024 dari BKTI PII, dan berstatus AFEO Honorary Member dari ASEAN Federation of Engineering Organizations.

Dr. Ir. Hj. Rahmaniah Malik T., S.Si., M.T., IPU., ASEAN Eng.

Lektor Kepala, Program Studi Teknik Industri FTI UMI

Lektor Kepala pada Program Studi Teknik Industri FTI UMI dengan latar keilmuan manajemen dan basis sarjana sains (S.Si.).

Sebagai pemegang Insinyur Profesional Utama, ia menjadi salah satu insinyur perempuan dengan sertifikasi tertinggi di lingkungan FTI UMI — representasi yang penting mengingat proporsi insinyur perempuan bersertifikat IPU di Indonesia masih terbatas.

Kombinasi latar sains, teknik, dan manajemen memberinya kemampuan menilai proyek dari sisi analitik-kuantitatif sekaligus kelayakan pengelolaannya.

Ir. Muhammad Nusran, S.TP., M.M., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

Lektor Kepala Teknik Industri FTI UMI | Kepakaran Manajemen Industri Halal

Lektor Kepala Teknik Industri FTI UMI dengan kepakaran Manajemen Industri Halal, bergelar Ph.D. dan Magister Manajemen dengan basis sarjana teknologi pertanian (S.TP.).

Bidang industri halal menempatkan UMI pada posisi khas di antara perguruan tinggi teknik nasional — selaras dengan identitas keislaman institusi sekaligus menjawab kebutuhan riil rantai pasok global. Sertifikasi halal kini menjadi persyaratan pasar, bukan sekadar atribut religius, dan menuntut rekayasa proses produksi, penelusuran rantai pasok, serta sistem penjaminan yang dapat diaudit.

Dr. Andi Syarifuddin, S.T., M.T., IPU.

Wakil Dekan I Fakultas Teknik UMI | Lektor Kepala Teknik Elektro

Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia dan Lektor Kepala pada Program Studi Teknik Elektro FT UMI.

Sebagai pemegang Insinyur Profesional Utama, ia berwenang menguji kompetensi keinsinyuran pada jenjang tertinggi. Kehadirannya melengkapi cakupan disiplin majelis penilai: bidang kelistrikan dan elektro merupakan salah satu disiplin yang paling banyak dijumpai pada peserta jalur RPL, khususnya mereka yang bekerja di sektor pembangkit, transmisi, instrumentasi, dan otomasi industri.