
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Khairul Munadi, menerima audiensi pengurus Forum Komunikasi Penyelenggara Program Profesi Insinyur (FORKOM PPPI) di Ruang Rapat Rektorat Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (30/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait penguatan penyelenggaraan Program Profesi Insinyur (PPI), mulai dari kurikulum nasional hingga upaya meningkatkan jumlah insinyur di Indonesia.
Pengurus FORKOM PPPI yang hadir dalam audiensi di antaranya Ketua Umum Dr. Ir. Taufik Nur, S.T., M.T., IPU, CSCCP, ASEAN Eng., APEC Eng., Wakil Ketua Umum Bidang Kurikulum Prof. Ir. Subagyo, Ph.D., IPU, ASEAN Eng., serta Sekretaris Jenderal Prof. Ir. Ridho Bayuaji, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng.
Agenda utama audiensi adalah menyampaikan hasil penetapan Kurikulum Pendidikan Profesi Insinyur yang telah disusun melalui Rapat Kerja Nasional Khusus Kurikulum pada April 2026 di Bandung.
Selain itu, pertemuan juga menjadi forum konsultasi untuk membahas berbagai langkah strategis dalam meningkatkan jumlah insinyur Indonesia melalui Program Profesi Insinyur, mendorong perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur membuka Program Studi Profesi Insinyur, hingga membahas perkembangan Dewan Insinyur Indonesia.
Dalam diskusi tersebut juga mengemuka usulan mengenai peningkatan level lulusan profesi insinyur agar setara dengan profesi lain, termasuk peluang penyesuaian jenjang karier hingga Golongan III B sebagaimana profesi dokter.
Dalam kesempatan itu, Khairul Munadi yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UHO mengapresiasi langkah FORKOM PPPI dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan Program Profesi Insinyur melalui pengembangan kurikulum.
Menurutnya, kurikulum yang berkualitas akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu lulusan insinyur di Indonesia.
Ia juga mendorong adanya gerakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk semakin memasyarakatkan dan memperkuat penyelenggaraan pendidikan keinsinyuran di Indonesia.
Di sisi lain, Khairul Munadi berharap UHO dapat segera memiliki Program Studi Profesi Insinyur.
Keberadaan program studi tersebut diharapkan mampu melahirkan insinyur yang tangguh, sekaligus mendukung Sulawesi Tenggara menjadi daerah yang mampu mengelola potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia melalui tenaga keinsinyuran yang kompeten.
Sementara itu, Ketua Umum FORKOM PPPI, Dr. Taufik Nur, menegaskan bahwa kualitas insinyur sebagai motor penggerak inovasi sangat ditentukan oleh mutu penyelenggaraan pendidikan, terutama kurikulum.
Karena itu, menurutnya, kolaborasi strategis antara Kemdiktisaintek, kementerian teknis, Persatuan Insinyur Indonesia (PII), serta dunia industri menjadi faktor penting dalam mencetak lulusan insinyur yang berkualitas.
FORKOM PPPI sendiri berdiri sejak November 2017 dan saat ini telah menghimpun 65 Program Studi Profesi Insinyur dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Audiensi tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan UHO, mulai dari para wakil rektor, Dekan Fakultas Teknik, hingga pimpinan Lembaga Penjaminan Mutu Universitas. (*)
Sumber dari: TribunnewsSultra.com