
MAKASSAR — Program Studi Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk "The Future of Supply Chain Management: Building Smart, Resilient, and Sustainable Supply Chain through AI and Digital Innovation". Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Senin, 14 Februari 2026, dan menghadirkan narasumber ahli di bidang manajemen rantai pasok, Prof. Dr. Ir. Elisa Kusrini, M.T., CPIM, CSCP, SCOR-P.
Seminar ini mengusung tema penting tentang bagaimana teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan inovasi digital dapat mengubah wajah manajemen rantai pasok menjadi lebih cerdas, tangguh menghadapi gangguan, serta tetap berkelanjutan secara lingkungan dan ekonomi.
Dalam paparannya, Prof. Elisa menjelaskan bahwa dunia industri saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian pasar, fluktuasi harga, hingga dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, rantai pasok tidak hanya harus efisien, tetapi juga tahan banting (resilient) dan berkelanjutan (sustainable).
"Di era digital ini, rantai pasok yang andal adalah yang mampu memanfaatkan data dan teknologi untuk memprediksi perubahan, beradaptasi dengan cepat, sekaligus mengurangi dampak lingkungan. AI bukan sekadar alat bantu, melainkan kunci utama untuk membangun sistem yang cerdas dan berkelanjutan." — ujar Prof. Elisa dalam pemaparannya.
Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa Program Studi Teknik Industri UMI, serta para praktisi industri di Makassar. Para peserta terlihat antusias mengikuti diskusi yang membahas penerapan teknologi digital, integrasi data, serta strategi membangun rantai pasok yang tangguh namun tetap ramah lingkungan.
Ketua Program Studi Teknik Industri UMI menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi program studi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri masa depan.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa dan seluruh peserta dapat memperoleh wawasan terbaru mengenai arah perkembangan manajemen rantai pasok, serta pentingnya inovasi digital dan teknologi dalam menciptakan sistem industri yang lebih baik," ungkapnya.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara teori akademik dan kebutuhan dunia industri, khususnya dalam mewujudkan ekosistem rantai pasok yang cerdas, tangguh, dan berkelanjutan di Indonesia.