
Makassar, 7 Oktober 2026 – Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperkuat sinergi dengan dunia industri melalui kerja sama dengan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kompetensi dan profesionalisme insinyur di sektor properti.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UMI dan DPP REI serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPP REI dan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD REI Sulawesi Selatan di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Rabu (7/10/2026).
MoU UMI dan DPP REI mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Sementara itu, PKS DPP REI dan FTI UMI secara khusus diarahkan pada pengembangan pendidikan dan program keinsinyuran.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi ilmiah, pendidikan dan pelatihan kompetensi, magang praktik keinsinyuran, pengabdian kepada masyarakat, konferensi ilmiah, serta pengembangan profesionalisme keinsinyuran.
Perkuat Program Profesi Insinyur
Salah satu program strategis dalam kolaborasi ini adalah penguatan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) FTI UMI. UMI sendiri telah menyelenggarakan pendidikan profesi insinyur sejak 2016, sehingga memiliki pengalaman dalam pengembangan pendidikan profesi dan peningkatan kompetensi tenaga profesional bidang keteknikan.
Wakil Rektor II UMI, Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara H Wata, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., yang menyampaikan pesan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diterjemahkan dalam program-program nyata.
Menurutnya, UMI mendorong terwujudnya “Kemitraan Bermartabat”, yaitu kemitraan yang memberikan dampak nyata berupa peningkatan kompetensi, kepastian profesi, dan manfaat bagi dunia industri.
“Kemitraan ini bukan hanya mempertemukan UMI dan REI, tetapi merupakan ikhtiar untuk meningkatkan kompetensi, memberi kepastian profesi, dan melindungi masa depan sarjana teknik di lingkungan REI yang selama ini bekerja dan menjalankan kegiatan keinsinyuran,” ujar Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara H Wata, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.
Sinergi Kampus dan Dunia Industri
Kolaborasi UMI dan REI dinilai memiliki potensi besar karena kedua institusi memiliki sumber daya yang saling melengkapi. REI memiliki jaringan industri, pengalaman praktis, dan kebutuhan nyata di sektor properti. Sementara UMI memiliki sumber daya akademik, keilmuan, fasilitas pendidikan dan penelitian, serta pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan profesi keinsinyuran.
Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menyambut baik kerja sama tersebut. Kolaborasi dengan UMI diharapkan dapat dikembangkan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anggota REI di Sulawesi Selatan, tetapi juga dapat menjangkau anggota REI di berbagai daerah di Indonesia.
Kerja sama ini juga memiliki fondasi yang telah terbangun sebelumnya. Sejumlah tokoh REI tercatat pernah mengikuti Program Profesi Insinyur UMI, sehingga hubungan yang sebelumnya berkembang melalui individu kini diarahkan menjadi kolaborasi kelembagaan yang lebih sistematis.
Dari MoU Menuju Program Nyata
Penandatanganan MoU UMI-DPP REI dilakukan oleh Ketua Umum DPP REI Joko Suranto dan Sekretaris Jenderal DPP REI Raymond Ardan Arfandy bersama Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H.
Sementara PKS DPP REI-FTI UMI ditandatangani oleh Joko Suranto dan Raymond Ardan Arfandy bersama Dekan FTI UMI Prof. Dr. Ir. A. Suryanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.
Kerja sama tersebut selanjutnya diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret, mulai dari pendidikan profesi insinyur, pelatihan kompetensi, magang praktik keinsinyuran, pengembangan kurikulum, penelitian bersama, publikasi ilmiah, konferensi, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Bagi UMI, keberhasilan kerja sama tidak hanya diukur dari dokumen yang ditandatangani, tetapi dari sejauh mana kolaborasi tersebut mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, membantu menyelesaikan persoalan industri, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
Kolaborasi UMI dan REI sekaligus menjadi bagian dari implementasi Catur Dharma UMI, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen ke-UMI-an dan pendidikan karakter.
Melalui kerja sama ini, UMI dan REI optimistis dapat membangun ekosistem pendidikan dan industri yang semakin kuat serta melahirkan lebih banyak insinyur profesional yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan sektor properti di Indonesia.