
FTI UMI Gelar Pelatihan Hand Sanitizer dan K3 untuk Peserta Lintas Negara di FPTT UTeM, Dilanjutkan Penandatanganan Implementation Agreement
Melaka, umi.ac.id - Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) tidak hanya membawa hasil riset ke Malaysia, tetapi juga berbagi keterampilan praktis melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Bertempat di Fakulti Pengurusan Teknologi dan Teknousahawan (FPTT) Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), rombongan FTI UMI menggelar pelatihan pembuatan hand sanitizer serta pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan akademik FTI UMI ke Malaysia pada 27 hingga 31 Oktober 2026, yang juga diisi dengan partisipasi dosen sebagai pemakalah dalam The 8th International Conference on Sustainable Halal Ecosystems (IC-HALAL 8). Melalui pengabdian ini, rombongan berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat kampus mitra.
Pelatihan pembuatan hand sanitizer dibawakan oleh Ir. Syarwan Hamid, Dr. Ir. Rahmania Malik, dan Dr. Ir. Taufik Nur. Sesi ini diikuti peserta dari berbagai negara, sehingga suasana pelatihan terasa lintas budaya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mengenal bahan dasar, takaran, dan tahapan pembuatan hand sanitizer. Peserta juga diberi pemahaman tentang pentingnya kebersihan tangan dan keamanan produk dalam menjaga kesehatan sehari-hari.
“Hand sanitizer adalah produk sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kami ingin peserta memahami bahan dan proses pembuatannya dengan benar, sehingga mereka mampu membuat produk yang aman dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya,” ujar Ir. Syarwan Hamid mewakili tim pemateri.
Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan K3 berupa simulasi tanggap bencana. Simulasi ini melatih kesiapan peserta dalam merespons situasi darurat secara cepat, tenang, dan tertib.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) atau fire extinguisher. Materi dibawakan langsung oleh ahli K3, Dr. Ir. Ahmad Padhil, yang membekali peserta dengan cara menggunakan APAR secara tepat ketika terjadi kebakaran.
Menurut Dr. Ir. Ahmad Padhil, budaya K3 perlu dimiliki siapa pun, termasuk di luar lingkungan industri. Keadaan darurat dapat terjadi di mana saja, baik di kampus, rumah, maupun tempat umum.
“Dalam keadaan darurat, waktu untuk berpikir sangat singkat. Karena itu, kesiapsiagaan harus dilatih berulang kali hingga menjadi kebiasaan. Ketika seseorang tahu cara bereaksi dan cara menggunakan APAR dengan benar, risiko yang lebih besar bisa dicegah,” ujarnya.
Setelah sesi pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara FTI UMI dan FPTT UTeM. Kesepakatan ini diharapkan menjadi pijakan bagi program bersama kedua fakultas yang lebih konkret, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Bagi para peserta, kegiatan ini memberi bekal keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan, mulai dari menjaga kebersihan diri hingga bertindak tepat saat menghadapi keadaan darurat.
Sejalan dengan komitmen UMI untuk menjadi kampus yang berdampak, FTI UMI terus memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat hingga tingkat internasional, sekaligus memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri.
Melalui kegiatan ini, FTI UMI kembali menunjukkan perannya sebagai fakultas yang unggul dalam riset sekaligus aktif menebar manfaat, serta mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia.
Karena bagi UMI, pengabdian bukan hanya tentang berbagi ilmu.
Pengabdian adalah tentang menghadirkan manfaat nyata bagi sesama, di mana pun berada, dengan cara yang aman, bersih, dan bertanggung jawab. Universitas Muslim Indonesia adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.