TP-04 SISTEM AKTIF 088211077212 FTI EN

Berita

Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI Ikuti Kongres I FORKOPINDO di Kepulauan Seribu

Terbit
25 Juli 2022
Penulis
Muh Aqwam Thariq Ilyas
tampilan
5
Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI Ikuti Kongres I FORKOPINDO di Kepulauan Seribu

Jakarta, 22 Juli 2022 — Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) turut ambil bagian dalam Kongres I Forum Komunikasi Program Studi Teknik Pertambangan Se-Indonesia (FORKOPINDO) yang diselenggarakan di Pulau Bidadari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, pada 22–23 Juli 2022.

Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI mengutus empat dosen yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI, Ir. Firman Nullah Yusuf, S.T., M.T., IPP.

Kongres perdana FORKOPINDO menjadi momentum penting bagi pengelola Program Studi Teknik Pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat komunikasi, membangun sinergi, serta merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi bidang pertambangan.

Diikuti Puluhan Program Studi Teknik Pertambangan

Kongres I FORKOPINDO diikuti oleh anggota yang terdiri atas 44 Program Studi Program Sarjana dan 17 Program Studi Program Diploma III bidang Teknik Pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

FORKOPINDO sendiri merupakan organisasi yang telah diinisiasi sejak April 2013. Dalam perkembangannya, organisasi tersebut memperoleh status badan hukum pada 26 November 2018 melalui penerbitan izin pendirian berdasarkan SK Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0016022.AH.01.07 Tahun 2018.

Keberadaan FORKOPINDO menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi antarprogram studi Teknik Pertambangan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi perkembangan regulasi pendidikan tinggi, kebutuhan industri, serta tantangan pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan.

Rumuskan Agenda Strategis Pendidikan Pertambangan

Dalam kongres tersebut, Ketua FORKOPINDO menyampaikan sejumlah peluang, tantangan, dan permasalahan yang perlu menjadi perhatian kepengurusan organisasi ke depan.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah review Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Basic Science, dan Capstone Design agar selaras dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik).

Selain penguatan aspek kurikulum, FORKOPINDO juga mendorong peningkatan komunikasi dengan BKT Pertambangan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) serta memperkuat interaksi dengan dunia industri secara berkala.

Forum juga menempatkan kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa sebagai salah satu agenda penting melalui rencana penyelenggaraan seminar, konferensi, dan berbagai kompetisi mahasiswa. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa Teknik Pertambangan untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan jejaring profesional.

FORKOPINDO juga diarahkan untuk semakin memperkuat eksistensinya dalam Forum Dekan Teknik Indonesia, sehingga aspirasi dan kebutuhan Program Studi Teknik Pertambangan dapat terakomodasi dalam komunikasi yang lebih luas di lingkungan pendidikan tinggi bidang teknik.

Dr. Eng. Syafrizal Terpilih sebagai Ketua FORKOPINDO 2022–2025

Salah satu agenda utama Kongres I adalah pemilihan Ketua FORKOPINDO untuk periode 2022–2025.

Melalui proses pemilihan dalam kongres, Dr. Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., yang saat itu menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua FORKOPINDO periode 2022–2025.

Terpilihnya kepengurusan baru diharapkan dapat membawa FORKOPINDO menjadi organisasi yang semakin solid dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Program Studi Teknik Pertambangan di Indonesia.

Perkuat Silaturahmi Antaranggota

Tidak hanya berisi agenda organisasi, Kongres I FORKOPINDO juga dikemas dengan kegiatan yang mempererat hubungan dan kebersamaan antaranggota.

Usai kongres, peserta mengikuti fun games, gala dinner, serta kegiatan kunjungan dan jelajah kawasan Kepulauan Seribu. Peserta berkesempatan mengelilingi sejumlah lokasi, antara lain Pulau Bidadari, Benteng Martello, dan Pulau Onrust.

Pulau Onrust memiliki nilai sejarah yang menarik dalam perjalanan Indonesia. Salah satu catatan sejarahnya adalah pemanfaatan kawasan tersebut sebagai barak karantina jemaah haji Indonesia pada periode 1912–1932. Pada masa tersebut terdapat sekitar 35 unit barak, dengan masing-masing barak dapat menampung hingga 100 jemaah.

Kegiatan kebersamaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih erat di antara para pengelola Program Studi Teknik Pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

FTI UMI Perkuat Jejaring Pendidikan Teknik Pertambangan

Keikutsertaan Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI dalam Kongres I FORKOPINDO menjadi bagian dari komitmen untuk aktif dalam forum nasional yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan tinggi bidang pertambangan.

Melalui forum tersebut, FTI UMI dapat bertukar gagasan dan pengalaman dengan berbagai perguruan tinggi, sekaligus mengikuti perkembangan kebijakan, kurikulum, akreditasi, dan kebutuhan kompetensi lulusan Teknik Pertambangan.

Keterlibatan dalam FORKOPINDO juga diharapkan dapat memperluas peluang kolaborasi FTI UMI dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kurikulum, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama dengan dunia industri.

Dengan semakin kuatnya jejaring antarprogram studi Teknik Pertambangan, diharapkan pendidikan tinggi pertambangan di Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang semakin kompeten, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri pertambangan nasional.