TP-04 SISTEM AKTIF 088211077212 FTI EN

Berita

Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI Hadirkan Peneliti BRIN, Bahas Teknologi Pengolahan Bijih Nikel Laterit

Terbit
9 Maret 2024
Penulis
Muh Aqwam Thariq Ilyas
tampilan
6
Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI Hadirkan Peneliti BRIN, Bahas Teknologi Pengolahan Bijih Nikel Laterit

Makassar — Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) terus memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui kegiatan kuliah tamu dengan menghadirkan praktisi dan peneliti di bidang teknologi pertambangan.

Kali ini, Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI menghadirkan Dr. Eng. Widi Astuti, S.T., M.T., peneliti dari Pusat Riset Teknologi Pertambangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTPB-BRIN), sebagai narasumber dalam kuliah tamu bertajuk “Pengolahan Bijih Nikel Laterit”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Teleconference Fakultas Kedokteran UMI dan diikuti oleh sekitar 400 mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian mahasiswa terhadap perkembangan teknologi pengolahan mineral, khususnya komoditas nikel yang memiliki posisi strategis dalam industri pertambangan Indonesia.

Perkaya Wawasan Mahasiswa tentang Hilirisasi Nikel

Dalam pemaparannya, Dr. Eng. Widi Astuti membahas perkembangan teknologi dalam pengolahan bijih nikel laterit, termasuk pentingnya penguasaan teknologi dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral.

Topik tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan industri pengolahan dan pemanfaatan nikel di Indonesia. Bagi mahasiswa Teknik Pertambangan, pemahaman mengenai pengolahan mineral menjadi bagian penting dari kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi perkembangan industri pertambangan yang semakin menuntut penguasaan teknologi.

Indonesia memiliki sumber daya nikel laterit yang besar, dengan sebagian besar cadangannya berada di kawasan Indonesia Timur. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri pengolahan mineral sekaligus membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam bidang pertambangan dan pengolahan mineral.

Menurut Dr. Eng. Widi Astuti, penguasaan teknologi pengolahan menjadi salah satu faktor penting agar sumber daya nikel Indonesia tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi bagi bangsa dan negara.

FTI UMI Dorong Kolaborasi Riset dengan BRIN

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan I FTI UMI, Dr. Ir. Takdir Syarif, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng., serta Sekretaris Program Studi Teknik Pertambangan, Ir. Muhammad Idris Juradi, S.T., M.T., IPP.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Dekan I FTI UMI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rombongan PRTPB-BRIN yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa Teknik Pertambangan FTI UMI.

Menurutnya, kehadiran peneliti BRIN di lingkungan kampus tidak hanya memberikan tambahan wawasan bagi mahasiswa, tetapi juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional.

FTI UMI juga berharap kerja sama tersebut dapat dikembangkan ke bidang penelitian dan pengembangan, khususnya dalam mendukung mahasiswa yang akan melaksanakan Tugas Akhir. Kolaborasi dengan lembaga riset diharapkan dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman penelitian yang lebih aplikatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi pertambangan.

Bekal Mahasiswa Menghadapi Industri Pertambangan Masa Depan

Kuliah tamu ini menjadi salah satu upaya Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI dalam menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan perkembangan riset dan teknologi di dunia nyata.

Interaksi langsung dengan peneliti BRIN memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tantangan pengolahan bijih nikel dari perspektif penelitian dan pengembangan teknologi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami proses penambangan, tetapi juga memiliki wawasan mengenai bagaimana sumber daya mineral dapat diolah secara optimal dan berkelanjutan.

Dengan semakin berkembangnya industri pengolahan nikel di Indonesia, kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memahami aspek pertambangan sekaligus teknologi pengolahan mineral akan semakin besar.

Melalui kegiatan kuliah tamu dan penguatan jejaring dengan lembaga riset nasional, Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI terus berkomitmen mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, berwawasan teknologi, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan industri pertambangan serta hilirisasi mineral Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara FTI UMI dan BRIN, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan inovasi teknologi pertambangan untuk mendukung peningkatan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.