
Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI), Dr. Ir. Zakir Sabara H. Wata, ST, MT, IPM, ASEAN Eng, dianugerahi penghargaan sebagai Pelopor Program Profesi Insinyur (PPI) di Indonesia. Penghargaan ini diserahkan oleh Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKKPII), organisasi profesi yang menaungi insinyur kimia di tanah air.
Piagam penghargaan beserta pin emas diserahkan pada puncak Konvensi Nasional BKKPII di Plaza Pupuk Kaltim, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Dari lima penerima penghargaan, dua di antaranya adalah Zakir Sabara H. Wata dan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng, Eng, IPU, ASEAN Eng. Panut Mulyono mendapat penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Teknik Kimia Indonesia.
Zakir Sabara H. Wata, lahir di Ujung Lamuru, Bone, 24 Mei 1975, menerima penghargaan karena memelopori pembukaan Program Profesi Insinyur di perguruan tinggi Indonesia. "Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tapi saya persembahkan untuk teman-teman engineer, khususnya yang tanpa lelah selalu berkolaborasi, terutama yang ada di Indonesia Timur," ujarnya di atas panggung acara.
Prof. Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati, M.Si, IPM, ASEAN Eng—Pengurus BKKPII sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta dan penilai nominasi—menyebut tujuh kriteria penentuan penerima penghargaan. Kriteria tersebut adalah:
1) karya yang dipublikasikan;
2) integritas, ketokohan, dan peran pionir;
3) reputasi nasional;
4) reputasi internasional;
5) jabatan amanah yang dipegang;
6) kontribusi terhadap BKKPII;
7) hasil publikasi inovasi teknologi melalui jurnal dan media keinsinyuran.
Sebelumnya, Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) juga menganugerahkan penghargaan kepada Zakir Sabara H. Wata atas kontribusinya mengembangkan PPI, khususnya di Indonesia Timur. Piagam itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum PII, Dr. Ir. Heru Dewanto, ST, MSc (Eng), IPU, ASEAN Eng, pada acara Pengambilan Sumpah Insinyur lulusan Program Profesi Insinyur FTI UMI angkatan X di Makassar, Sulsel.
Di bawah kepemimpinan Zakir Sabara H. Wata, UMI menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang menyelenggarakan PPI. FTI UMI mulai menjalankan PPI sejak Agustus 2017, ketika Zakir Sabara menginjak tahun ketiga masa jabatannya sebagai Dekan. Hingga Oktober 2021, setelah berjalan empat tahun, Program Studi PPI FTI UMI telah menghasilkan 10 angkatan, masing-masing berisi sekitar 200 mahasiswa.